Bojonegoro, 12 Agustus 2025 – SMA Negeri Model Terpadu Bojonegoro menggelar acara pengesahan Tim Wirausaha yang berlangsung pada hari Selasa, 12 Agustus 2025. Kegiatan ini diadakan di ruang utama sekolah dengan dihadiri langsung oleh Kepala Sekolah selaku Ketua Majlis Pembimbing Gugus Depan 03.087-03.088 Pangkalan SMA Negeri Model Terpadu Bojonegoro.
Bagian 1#

Tim Wirausaha yang di ketuai oleh Kak Izzati bersama Pembina Pramuka mengajukan untuk pembentukan Tim secara sah melalui SK yang diterbitkan oleh gugus depan dan di tanda tangani langsung Kak Anam (Kamabigus), menyampaikan pesan “untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan berkelanjutan, semoga prosesnya lancar dan dapat bermanfaat untuk masyarakat”. Dalam sambutannya, beliau berharap “keberadaan Tim Wirausaha dapat menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas, jiwa kepemimpinan, dan semangat kewirausahaan di kalangan pelajar”.
Selain prosesi pengesahan, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi ringan mengenai rencana kerja tim ke depan, di mana tim Wirausaha mendapat arahan dan dukungan dari pembina/pembimbing serta kamabigus. Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan Tim Wirausaha mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekolah serta menumbuhkan jiwa enterpreneurship di kalangan generasi muda Bojonegoro.
Kegiatan pengesahan Tim Wirausaha ini merupakan bagian dari komitmen gugus depan yang berpangkalan SMA Negeri Model Terpadu Bojonegoro untuk mendukung program-program kepemudaan dan kewirausahaan dalam upaya mencetak generasi yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
================================
Bagian 2#

Kamis, 14 Agustus 2025 dan Jumat, 15 Agustus 2025 – Tim Wirausaha Gugus Depan 03.087–03.088 Pangkalan SMA Negeri Model Terpadu Bojonegoro melaksanakan kegiatan “Grebek Pasar” di Pasar Halte Banjarejo dan Pasar Wisata Bojonegoro. Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan sisa-sisa sayuran, buah-buahan, serta bahan organik lain yang biasanya terbuang percuma oleh para pedagang.
Sisa hasil pasar tersebut kemudian dimanfaatkan kembali oleh tim wirausaha untuk diolah menjadi pupuk kompos ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya belajar mengenai praktik nyata kewirausahaan, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi volume sampah organik di lingkungan pasar. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah, sekaligus menjadi langkah dalam mendukung program sekolah peduli lingkungan.
================================
Bagian 3#

Bojonegoro, 14 Agustus 2025 – Tim Wirausaha SMA Negeri Model Terpadu Bojonegoro kembali menunjukkan kreativitas dan semangat enterpreneurship melalui kegiatan pengumpulan modal. Pada tanggal 14 Agustus 2025, seluruh anggota tim bekerja sama dalam rangka mengumpulkan dana awal yang bersumber dari hasil penjualan botol plastik bekas dan minyak jelantah.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi program wirausaha dan kepedulian lingkungan. Para anggota tim secara aktif mengadakan pengumpulan botol plastik dari lingkungan sekolah dan rumah masing-masing, kemudian mengelolanya untuk dijual ke pengepul. Selain itu, tim juga menggalang penjualan minyak jelantah hasil pengumpulan dari warga sekolah dan masyarakat sekitar.
Melalui kegiatan ini, Tim Wirausaha tidak hanya berhasil memperoleh modal usaha, tetapi juga ikut berpartisipasi dalam upaya menjaga lingkungan dengan mendaur ulang limbah plastik dan minyak yang sudah tidak terpakai. Seluruh proses penjualan dilakukan secara transparan dan mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah serta guru pembimbing.
Hasil dari penjualan botol plastik dan minyak jelantah ini akan digunakan sebagai modal awal untuk menjalankan program usaha kreatif tim. Dengan semangat kerjasama dan kepedulian lingkungan, Tim Wirausaha SMA Negeri Model Terpadu Bojonegoro berkomitmen untuk terus berinovasi serta memberikan kontribusi positif bagi sekolah dan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya untuk selalu berkreasi, peduli lingkungan, dan membangun semangat wirausaha sejak dini.
================================
Bagian 4#

Kamis, 14 Agustus 2025 – Diawali dengan sosialisasi mengenai dampak sampah organik yang menumpuk dan pentingnya pengelolaan limbah secara mandiri. Selanjutnya, peserta melakukan praktik pembuatan pupuk kompos dengan memanfaatkan dedaunan kering, sisa sayuran, dan sisa makanan. Teknik yang diajarkan meliputi pemilahan sampah, pencacahan bahan, pencampuran material hijau dan cokelat, serta menjaga kelembapan agar proses fermentasi berjalan optimal.
kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk mendukung pengelolaan sampah terpadu di wilayah Bojonegoro. “Pelatihan ini memberikan edukasi langsung kepada masyarakat bahwa sampah organik bukan hanya limbah, tetapi dapat menjadi produk bernilai guna, yakni pupuk kompos. Produk ini dapat meningkatkan kesuburan tanah, mendukung pertanian lokal, dan mengurangi penggunaan pupuk kimia
proses pembuatan kompos mulai dari pemilahan sampah organik, pencacahan bahan, pencampuran material hijau dan cokelat, hingga pengaturan kelembapan dan suhu agar proses fermentasi berjalan optimal. Bahan yang digunakan antara lain sisa sayuran, dedaunan kering, sisa makanan, dan tanah sebagai media penguraian.
Pupuk kompos digunakan untuk memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Manfaat pupuk kompos antara lain meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur dan karakteristik tanah, meningkatkan penyerapan air oleh tanah, memingkatkan ketersediaan hara tanah, menyediakan hormon dan vitamin bagi tanamana, serta meningkatkan kualitas hasil panen untuk tanaman pangan. Banyaknya manfaat pupuk kompos khususnya untuk perbaikan kualitas tanah sebagai media tanam dan tanaman yang menyediakan bahan makanan bagi manusia, maka penting untuk menghasilkan pupuk kompos yang berasal dari bahan-bahan yang dekat dengan kita yakni sampah sisa makanan yang berasal dari dapur rumah. Dibandingkan jika sampah sisa makanan dibuang ke media lingkungan yang mencemari lingkungan dan menimbulkan bau tidak sedaap serta menganggu estetika lingkungan.
penulis : Kak Jihan, Kak Adila, Kak Enjie

